Antivirus


A

ntivirus merupakan sebuah perangkat lunak yang dibuat untuk mengidentifikasi, menetralisir atau menghilangkan malware. Sama seperti halnya obat, antivirus baru dapat bekerja dengan efektif bila dalam database definition-nya telah mencakup daftar file-file yang digolongkan sebagai malware. Cara kerja mendasar dari antivirus itu sendiri ada dua:

  1. Dengan mempelajari (scanning) file-file di dalam komputer dengan cara mencocokkan ciri-ciri malware yang telah teridentifikasi di dalam database definition-nya.
  2. Mengindentifikasi perilaku/cara kerja program yang dicurigai/diduga sebagai malware.

Jadi, secara mekanis, antivirus baru dapat me-‘repair’ sistem operasi yang terinfeksi malware bila dirinya sudah memiliki vaksin malware tersebut. Trus gimana dunk kalo antivirus yang kita gunakan ternyata old-of-date ketika malware secara tidak kita sadari/sengaja berusaha menginfeksi komputer kita?

Kebanyakan antivirus terbaru saat ini telah menggunakan teknologi Heuristic Analysis, sebuah metode yang didesain untuk mendeteksi malware yang tidak/belum diketahui (tidak ada dalam database definition) sebagai varian baru malware dengan melakukan analisis seperti data captures, port monitoring, dsb. Namun tentunya, kembali ke filosofi dasar KEAMANAN HANYALAH ILUSI, banyak diantara kita yang terinfeksi malware (meskipun selalu meng-‘update’ antivirus) karena perilaku kita sendiri yang tergantung 100% pada program security (terutama antivirus), padahal menurut aku, kesabaran kita untuk ‘sedikit’ berhati-hati dalam ber-internet, menerima/mendownload file, membuka program/file merupakan tameng awal pencegahan infeksi malware ke komputer kita (mencegah lebih baik daripada mengobati – kata mbah). Katakanlah setelah kita baru saja meng-‘update’ antivirus, sialnya muncul varian malware baru yang belum terdefinisi di database definition antivirus yang baru saja kita download, what happens?

Sekedar berbagi saja, dalam rentang waktu sekian tahun menggunakan komputer, program-program security (entah itu antivirus, firewall, antispyware, dll), aku selalu menggunakan program yang tergolong freeware alias tidak usah bayar lah yauw. Dan yang pasti memang telah banyak mendapat pengakuan (review) dari para pengguna lain di situs-situs yang layak untuk dipercayai. Mengapa?

  1. Tentu saja karena gratis!
  2. Walaupun terbatas, namun dukungan untuk program yang bersifat freeware relatif lebih baik daripada program bajakan (program komersil yang di ‘cracked’).
  3. Penggunaan program bajakan, menurut aku, ada kemungkinan bila ‘cracker’ yang membobol program tersebut memasukkan kode-kode yang justru sebetulnya merugikan kita sendiri, menyusupkan dialer misalnya untuk mencuri informasi dari kita, apapun itu!
  4. Legal! Selama kita mematuhi EULA yang tercantum ketika kita menanamkan program freeware tersebut ke komputer kita (biasanya kita ga ‘ngreken’ ini, pokok’e tekan tombol I Agree trus next>> next>> next>> sampai Finish).

avast! antivirus Home Edition

avast! antivirus Linux Home Edition

AVG Anti-Virus Free Edition

Avira AntiVir Personal

CLAMAV Linux Edition

PCMAV+CLAMAV

PCMAV 1.4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: